Desa Pamotan Pangandaran

Cerita Dari Makam Eyang Jagaresmi Desa Pamotan Pangandaran

makam eyang jagaresmi – Pangandaran bukan hanya terkenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga menyimpan jejak sejarah dan spiritual yang masih hidup hingga kini. Di balik keseharian masyarakatnya, ada kisah leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi, penuh nilai keimanan dan kearifan lokal. Salah satunya dapat ditemukan di Desa Pamotan, sebuah tempat yang menyimpan cerita tentang tokoh penting sekaligus makam keramat yang hingga kini masih ramai diziarahi.

Jejak Spiritual yang Tak Terlupakan

Bayangkan kamu sedang menyusuri Desa Pamotan, Kalipucang, Pangandaran, menyusuri jalan setapak menuju bukit kecil yang teduh. Di sana, berdiri tenang Makam Eyang Jagaresmi, tempat yang sejak zaman dulu menjadi jejak spiritual masyarakat setempat.

Siapakah Eyang Jagaresmi?

Menurut cerita dari warga dan juru kunci setempat, Eyang Jagaresmi adalah seorang utusan Kerajaan Mataram yang pernah bertugas menumpas Dipati Ukur, seorang tokoh berpengaruh di Priangan, atas perintah Sultan Agung. Setelah tugasnya selesai, beliau memilih menetap di Pamotan, berguru pada Mbah Pamotan, dan bahkan menikahi putrinya, Nawangwulan. Di kampung ini, Eyang Jagaresmi kemudian dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih dan bijaksana.

Suasana di Sekitar Makam

Saat kamu tiba di lokasi, kesunyian di antara pepohonan dan desiran angin akan menyambutmu. Area makam dikelilingi lima petilasan: makam Eyang Jagaresmi, keturunannya, dan pengikutnya, serta sebuah sumur yang dipercaya memiliki khasiat penyembuhan. Suara doa dan ritual ziarah kerap terdengar pada malam-malam tertentu, menciptakan suasana yang sarat keberkahan.

Aktivitas dan Tradisi di Makam

Peziarah datang bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga melakukan semedi, mengambil air dari sumur suci, serta bermeditasi dengan bantuan juru kunci. Tradisi seperti tahlilan dan ziarah massal berlangsung pada hari-hari tertentu, menjaga warisan spiritual yang telah lama melekat di masyarakat.

Baca juga: Terowongan Hendrik, Jejak Sejarah Kolonial di Desa Pamotan, Pangandaran

Makam Eyang Jagaresmi bukan hanya sebuah tempat ziarah, tetapi simbol sejarah, keimanan, dan kearifan lokal yang hidup dalam hati warga Pamotan. Mengunjungi tempat ini tidak hanya memperkaya jiwa, tetapi juga mempererat hubungan kita dengan leluhur dan tradisi yang abadi.

👉 Mau tahu lebih banyak cerita unik dan sejarah Desa Pamotan? Jangan lewatkan update terbaru di situs resmi Desa Pamotan dan temukan ragam kisah menarik lainnya!

1 komentar untuk “Cerita Dari Makam Eyang Jagaresmi Desa Pamotan Pangandaran”

  1. Pingback: Mengenal Lembaga Kemasyarakatan Desa Pamotan, Pangandaran

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top